HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY
KETIKA CINTA BERBUAH SURGA
Ditanah kurdistan hidup seorang raja yang adil dan sholih.ia memiliki putra
; seorang laki-laki yang tampan,cerdas, dan pemberani.saat-sat menyenangkan bagi raja adalah ketika ia mengajari anaknya membaca al-qur'an.sang raja juga mengishkan kepanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tenteranya di medan pertempuran.anak raja yang bernama said itu sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. si kecil said akan jengkel ketika ayahnya sedang bercerita tiba-tiba ada yang memutuskan pembicaraannya.
ketika ayahnya sedang asyik bercerita kepanya tiba-tiba pengawal datang memanggil karena ada tamu said begitu kesal. maka ayahnya memberi nasihat kepada anaknya,
' said, anakku, sudah saatnya kamu mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. seorang teman yang baik yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. teman sejati yang bisa kamu ajak bercinta untuk surga.
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya. " apa maksud ayah denga teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?. penasaran.
" dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena drajatmu, tapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati.dia mencintaimu karena allah, dengan dasar itu kamu juga bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan, karena allah. kekuatan cinta kalian kan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dn kebaikan.kekuatn cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga.
kemudian "said bertanya pada ayahnya bagaimana caranya mencari teman seperti itu ayah,?tanya said.
sang raja menjawab, "kamu harus menguji orang yang hendak kamu jadikan teman. dengan cara undanglah siapa saja kamu anggap cocok, untuk menjadi temanmu saat makan pagi disi dirumah kita.jika sudah disini mka ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan.biarkan mereka semakin lapar, kemudian perhatikanlah apa yang mereka perbuat. saat itu rebuslah tiga butir telur. jika tetap bersabar maka hidangkanlah tiga telur itu kepadanya. kemudian lihat apa yg mereka perbuat lagi,.
Sais sangat gembira mndengar nasehat ayahnya itu. diapun akhirnya mempraktikkan cara yang telah disarankan ayahnya. mula-mula ia mengundang anak dari para pembesar-pembesar kerajaan satu persatu. ia melakukan apa yang disarankan ayahnya itu dengan baik, namun kebanyakan mereka tamu yang dundangnya tidak sabar, bahkan mara-marah dan sebagian pulang. undangannnya kpd para anak pembesar kerajaan tidak berhasil ia tidak menemukan teman ia maksud,
kemudian ia mengundang kembali anak para saudagar-saudagar terkaya, maka hal yang sama ia lakukan. tak ia juga tidak menmukan teman yang seperti dimaksudkan oleh ayahnya. selam ia melakukan sayembara mencari teman setia ia tidak berhasil bahkan ia merasa jengkel dengn kelakuan para tamu yang ia undang.
Akhirnya sai berpikir untuk mencari teman diluar istana, kemudian mulailah said berpetualang melewati hutan, ladang, sawah dan kampung-kampung untuk mencari teman yang baik.
Sampai akhirnya, suatu hari yang cerah dia bertemu dengan anak seorang pencari kayu yang berpakaian sederhana. anak itu sedang memanggul kayu bakar. ia terus mengikutinya dari belakang hingga sampailah anak itu digubuknya. rumah dan pakaiannya menunjukkan bahwa ia seorang yang miskin. namun wajah dan sinar matanya memancarkan tanda kecerdasan dan kebaikan hati. anak itu mengambil air wudhu lalu sholat dua rakaat. said terus memperhatikannya. dari rumpun pepohonan. selesai sholat said datang menyapa sambil mengenlkan diri dengan santun. anak itu menyambut sapaan said " namaku abdullah", said meminta anak itu agar mau jadi temannya dan bermain dengannya. abdullah menjawab saya kira kita tidak cocok untuk berteman, kamu anak seorang yang kaya bahkan anak seorang bangsawan. sedangkan aku hanyalah seorang yang miskin dan anak seorang pencari kayu bakar.
Singkat cerita abdullah mau bermain dengan said. said sejak itu mereka selalu bersama-sama, said banyak mendapatkan ilmu baru yang tidak pernah ia temukan di istana, abdullah banyak mengajarkan ilmu kepadanya mulai dari berburu sampai berenang. said sangat bahagia bermain dengan seorang anak yang cerdas, baik hati, lapanga dada dan setia. hingga ia kembali ke istana dengan sangat gembira.
hingga hari berikutnya anak raja itu bertemu kembali dengan teman barunya itu. abdullah langsungmengajaknya makan digubuknya.said merasa kalah dalm hatinya sebab sebelum dia mengundang temannya itu makan ia sudah terlebih dahulu makan dirumah temannya itu. mereka makan seadanya, setelah selesai said tersenyum dan mengucapkan hamdalah. kemudian mereka bermain ke hutan disana said banyak mengenal buah dan daun-daunan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. taak lama kemudian said pamit pulang kepada temn barunya itu dan tak lupa mengundannya makan besok pagi.
besok paginya akhirnya anak pencari kayu itu sampai juga ke istana. dia sma sekali tidak menyangka bahwa said anak seorang raja. awalnya ia takut masuk namun mengingat kebaikan said yang sudah ia lakukan ia berani memasuki istana.
Said menyambutnya dengan hangat dan senyum gembira seperti anak-anak sebelumnya yang telah hadir diruang makan itu, said membiarkan temannya itu menunggu lama sekali. namun anak pencari kayu itu sudah terbiasa lapar , bahkan ia pernah tidak makan elama 3 hari bahkan ia juga pernah hanya memakan daun-daunan mentah. jadi selama menunggu dia tidak memikirkan makanan sama sekali melainkan dia berpikir seandainya semua anak bangsawan sebaik anak raja ini, tentu dunia akan tentram.
akhirnya tiga butir telur pun dihidangkan, said mempersilahkan temannya untuk memulai makan , kemudian anak pencari kayu itu mengambil sebutir telur dan mengupasny dengan pelan-pelan sedangkan said mengupas dengan cepat.. sementara temannya masih asyik mengupas telur said sudah menyantap satu btir telur dan hendak mengupas telur ketiga dan melahapnya dengan habis, setelah itu said melihat apa yang akan dilakukan temannya itu dengan sebutir telur yang dikupasnya. kemudian anak pencari kayu itu mengambil pisau yang ada didekat situ dan membelah telur menjadi dua, satu ia pegang dan satunya ia berikan kepada said. kemudian said menangis terharu. dan said pun memeluk erat anak pencari kayu tersebut dan berkata " engkau teman sejatiku! ia ulang-ulangi terus dan engkaulah temanku untuk ke surga.
Sejak itu kedunya berteman dan bersahabat dengan sangat akrab. persahabatan mereka melebihi saudara kandung. mereka saling mencintai dan saling menghormati karena allah swt. karena kekuatan cinta itu, bahkan mereka sempat bertahun-tahun mengembara bersama untuk belajar dan berguru kepada para ulama yang tersebar diturki, syiria, irak, mesir, dan yaman.
Setelah bulan berganti tahun keduanya tumbuh menjadi dewas, raja yang adil, ayah said meninggal dunia. akhirnya said diangkat manggantikan ayahnya sebagai raja. dan menteri yang pertama ia pilh adalah abdullah anak pencari kayu itu.abdullah pun benar-benar menjadi teman seperjuangannya dan penasihat raja yang tiada duanya.
meskipun telah menjadi raja dan menteri keduanya masih sering melakukan sholat tahajud dan membaca al-quran bersama. kecerdasan dan kematangan keduanya mampu membawa kerajaan itu maju, makmur dan jaya; baldatun thayyiban wa rabbun ghafur.